RajaKomen

Elektabilitas Anies Baswedan Makin Tak Terbendung, Pengamat Blak-blakan Penyebabnya: Masyarakat Lebih Percaya Anies!

5 Des 2022  |  340x | Ditulis oleh : Admin
Elektabilitas Anies Baswedan Makin Tak Terbendung, Pengamat Blak-blakan Penyebabnya: Masyarakat Lebih Percaya Anies!

Warta Ekonomi, Jakarta - Bursa pencapresan Pilpres 2024 terus jadi perhatian. Mengenai hal ini, hasil survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Indikator (LSI) menyebut elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meroket cukup signifikan.

Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga menilai hasil survei tersebut tidak mengejutkan. Menurut dia, elektabilitas Anies sebelum deklarasi sudah tinggi.

"Setidaknya Anies tetap masuk tiga besar. Padahal saat itu Anies belum melakukan kerja-kerja politik," ujar Jamiluddin dilansir dari GenPI.co, Kamis (1/12).

Jamiluddin menilai bahwa elektabilitas Anies pasca deklarasi naik tajam sangat masuk akal.

"Sebab, Anies sudah mulai melakukan kerja-kerja politik dengan mengunjungi daerah," lanjutnya.

Akademisi dari Universitas Esa Unggul menyebut, setiap kunjungan Anies ke daerah, masyarakat tampak antusias dengan mengelu-elukannya.

Hal itu juga mengindikasikan masyarakat memang menginginkan perubahan dan perbaikan.

"Masyarakat tampaknya percaya Anies mampu melakukan perubahan dan perbaikan atas pembangunan yang dilakukan rezim saat ini," ungkapnya.

Oleh karena itu, kenaikan elektabilitas Anies tercermin dari sambutan masyarakat.

"Ini menjadi indikasi kuat dukungan masyarakat memang murni dan menginginkan Anies menjadi presiden," jelasnya.

Tambahan penulis:

Kita berdoa saja semoga Indonesia benar-benar akan mendapatkan pemimpin yang membawa perubahan kearah yang lebih baik, seperti apa yang sudah diungkapkan oleh Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga. Jangan lagi ada pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kroni-kroninya saja dan rakyat hanya jadi penonton mereka yang menikmati gaji besar. Jangan ada lagi suara rakyat yang bisa dibeli, karena pemimpin atau presiden dari hasil beli suara tidak akan bisa merubah Indonesia ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: